Selasa, 17 Januari 2017

Hatiku

Semakin lama waktu memakan usia, semakin lama kita saling mengenal, semakin lama juga aku jatuh cinta padamu, pada kamu yang tidak mencintai aku. 

Aku selalu sadar akan hati ini yang tidak akan terbalaskan cintanya, namun hati ini terlanjur berlabuh, terlanjur jatuh, terlanjur memilih kamu yang tidak pernah memilih aku. Jika bisa memilih aku ingin pergi jauh melupakan rasa ini. Rasa yang terlalu sering menerima perih. Namun aku terlalu takut benar benar kehilangan kamu. Aku selalu takut untuk tidak bisa memandangmu lagi, aku ingin terus memandangimu walaupun itu ber mil mil jauhnya. 

Bukan kamu memang yang menyakiti aku. Semua sakit ini aku dapat kaena aku terlalu mencintai kamu sampai terasa sulit untuk melupakan kamu. Aku selalu mencari sesuatu yang kamu miliki dari semua orang yang tidak memilikinya. Namun aku tidak juga menemukannya. 

Bukan kamu yang menyakiti aku. Salahku yang terlalu membiarkan hati ini terluka. berulang kali aku harus menelan kekecewaan, kecewa karena kamu pergi dengan cinta yang lain. tanpa kamu sadari aku dan kamu masih menjadi kita. Kita tidak pernah memutuskan untuk saling mengakhiri hubungan kita 4 tahun lalu. 

Yang dimulai sejak bulan april hari kesebelas. Aku tau aku yang salah. Aku yang pergi. Tapi apakah kamu berpikir tentang perasaan aku sebagai kekasih kedua? sebagai sesorang yang bukan prioritas utama? Apa kamu pernah berpikir aku berusaha menyelamatkan kamu dari kebodohkan kamu yang memilih dia, kekasih pertamamu yang saat itu memiliki kekasih yang berhubungan nyaris satu tahun? Walaupun akhirnya aku menjadi yang satu satunya. tapi kamu terlanjur mengecewakan aku. Maafkan aku yang bodoh ini.

Akhirnya aku berjuang untuk melupakan kamu dan mencari sebab mengapa aku mencintai kamu. Aku putus asa. Kamu terlalu sulit untuk aku temukan jawab, mengapa aku benar benar mencintai kamu. Kamu tidak terlalu istimewa untuk yang lain. Aku selalu mendapat seseorang yang lebih segalanya dari kamu untuk sekedar aku cintai. Namun semua itu tidak pernah sebesar sayang aku untuk kamu. Bisakah kamu bantu aku melupakan kamu?