Ketika Gelas Mulai Retak.
Itu hanyalah sebuah filosofi, memiliki banyak makna, mungkin penafsirannya pun akan berbeda-beda. Ini bukan tentang siapa-siapa. Bukan tentang orang lain. Ini tentang aku. Kisahku yang seperti Gelas.
Gelas. Benda dari kaca yang rawan untuk pecah. Maka dari itu, perlu ketelatenan untuk merawatnya. Dibentuk dengan indah begitu sulit bukan? Apakah dengan mudah kita memecahkannya? Sayang bukan? Sudah indah. Terus pecah? Bagaimana rasanya?
Sama hal-nya dengan sebuah hubungan. Jangan salah kaprah. Ini bukan tentang kisah percintaan lawan jenis. Ini tentang persahabatan. Hubungan yang sudah terjalin cukup lama harus kandas begitu saja? Kalau kita balik tentang gelas. Gelas secantik apapun yang sudah pecah tidak akan bisa utuh lagi. Mungkin memang iya. Tapi jika kita memang menginginkan gelas cantik itu utuh dan tetap berdiri, kita bisa memperbaikinya bukan? Sekalipun itu sulit.
Ketika Gelas Mulai Retak. Seharusnya kita jaga dan rawat sebaik mungkin agar gelas itu bisa tetap dilihat indah. Bila perlu simpan rapat rapat gelas itu dalam lemari agar tidak ada yang menyentuhnya sekalipun. Jika terlanjut pecah apa boleh buat? Mungkin takdirnya kita memang memperbaiki gelas itu sebaik mungkin. Walaupun rapatannya terlihat.
Itu hanya ibaratnya.
Ini penggambaran sesungguhnya.
Ketika persahabatan mulai hancur. Seharusnya kita hindari pertengkaran pertengkaran kecil yang kemungkinan malah menghancurkannya semakin hancur. Tapi apa boleh buat jika kenyataanya harus hancur? Mungkin memang kita sendiri yang harus berusaha mempersatukan kembali semuanya. Walaupun semuanya tidak akan bisa seperti pertemuan awal yang indah :').
Itu yang sedang aku dan beberapa kawanku lainnya. Kita semula memang ber-6. Hingga akhirnya salah satu di antara kami menjauh tanpa alasan yang jelas. Meninggalkan kita tanpa kepastian. Mungkin memang itu keinginannya atau mungkin memang kami yang salah. Ini takdir dan kita akan berusaha mengubahnya
![]() |
Ketika Persahabatan Mulai Hancur |
